Sikap Saling Menghormati
QS.
AL-Mumtahanah : 8-9.
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik
dan berlaku adil terhadap orang-orang yang memerangimu karena agama dan tidak
(pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai
kawanmu orang- orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari
negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa
menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS.AL-Mumtahanah 8-9).
Ayat
tersebut menjelaskan bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi serta menghormati
antar umat beragama yang dia ajarkan syari’at ini, hendaklah kaum muslim
berlaku baik dan adil pada umat lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan
hal agama, akan tetapi tidak dibenarkan berlaku loyal kepada agama lain. Dan
tidak pula ikut serta meramaikan ritual- ritual agama mereka yang tidak pernah
dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pada saat itu didatangi oleh kaum kafir
Quraisy yang menawaran kepada Rasul Saw, bahwa mereka ingin menyembah Allah
ta’ala dengan syarat Rasul Saw dan pengikutnya juga mau ikut menyembah tuhan
mereka secara bergantian dan dalam tempo yang ditentukan. Maka Allah ta’ala
menurunkan ayat ini.
QS.
AL-Kafiruun:1- 6.
Katakanlah
(Muhammad),”Wahai orang-orang kafir!, Aku tidak akan menyembah apa yang aku
sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan kamu tidak pernah
(pula) menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Untukmu agamamuu, dan
untukkulah, agamaku’.(QS. AL-Kafiruun:1-6)
Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam bertoleransi seperti , tidak mengusik agama lain yang
sedang merayakan agamanya, menghargai dan menghormatinya, dan tolong menolong,
tetap menjalin hubungan ,berlaku baik terhadapnya. Alkisah, di Madinah ada
seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu menghina Rasul Saw.
dihadapan orang-orang. Namun Rasul Saw, tetap mendatanginya dengan membawakan
makanan. Tanpa berucap sepatah kata pun, Rasul Saw tetap menyuapkan makanan
yang dibawanya kepada pengemis itu, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa
yang menyuapinya itu adalah Rasul Saw. Orang itu selalu mencaci maki beliau
melakukan hal ini sampai setiap hari dan sampai beliau pun wafat. Setelah
beliau wafat di keesokan harinya Abu Bakar menyuapi orang buta itu sampai orang
itu mengatakan bahwa cara suapan ini tidak seperti biasanya yang seperti di
lakukan oleh Rasul Saw, Abu Bakar pun menetaskan air mata dan mengatakan bahwa
orang yang biasa menyuapimu telah tiada, dan orang buta itu mengatakan siapakah
dia ? Abu Bakar berkata ialah Muhammad Saw yang selalu kau hina dan caci maki
dan orang buta itupun menangis dan mengatakan bahwa dirinya masuk islam. La
illaha illallah !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar